Singkawang Kalbar// Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut keberagaman Indonesia merupakan kekuatan utama bangsa saat menghadiri dan menyaksikan langsung Festival Cap Go Meh di Kota Singkawang ( 3/3/2026).
AHY mengaku baru pertama kali menyaksikan secara langsung festival budaya tersebut, yang dikenal sebagai salah satu perayaan Cap Go Meh terbesar di Indonesia.
“Perayaan ini bukan hanya menampilkan budaya dan tradisi yang khas dan unik, tetapi juga benar-benar mengirim pesan kepada siapa pun bahwa keberagaman di Indonesia adalah sebuah kekuatan yang harus dirawat dan dijaga, apa pun suku, agama, etnis, dan ras yang ada di Indonesia,” kata AHY.

Pada puncak perayaan, parade tatung menampilkan 734 peserta, terdiri atas 258 tatung menggunakan tandu, 109 tatung tanpa tandu, 76 miniatur, 15 jelangkung, tiga naga, dua barongsai, serta satu rombongan jalan kaki. Atraksi tersebut menjadi daya tarik utama ribuan warga dan wisatawan yang memadati sepanjang rute pawai di pusat kota.

Menurut AHY, semangat persatuan dan toleransi yang ditunjukkan masyarakat Singkawang menjadi modal sosial penting dalam mendukung pembangunan nasional.
“Kita harus bersatu dan mengekspresikan kebersamaan ini untuk kemajuan bersama. Mudah-mudahan dari Singkawang, energi positif ini bisa menyebar ke berbagai penjuru tanah air, bahkan mengirim pesan kepada dunia bahwa kita harus hidup toleran, harmonis, dan menjaga perdamaian. Itu adalah modal sangat penting untuk pembangunan bangsa yang semakin maju ke depan,” ujarnya.
Ia juga berpesan agar masyarakat Singkawang terus mempertahankan kerukunan antarumat beragama sehingga suasana tetap kondusif dan perayaan budaya dapat terus berlangsung dengan aman dan damai.
Sejumlah wisatawan juga mengaku terkesan dengan kemeriahan dan kekhasan Festival Cap Go Meh Singkawang.
Dan saat awak media mewawancarai Anggota DPR RI, Daniel Johan mengatakan Cap Go Meh yang diselenggarakan di kota Singkawang merupakan Event luar biasa,sebab dengan adanya event tahunan Cap Go Meh ini bertepan pula dengan bulan Ramadhan yang mana umat beragama Islam melaksanakan ibadah puasa,dan semua ibadah dan perayaan berjalan dengan baik.bahkan persaudaraan antar umat beragama maupun beda agama terjalin harmonis.
Jadi wajar kota Singkawang mendapatkan gelar kota Tertoleransi,dengan berbagai suku agama,semua hidup rukun dan damai.” Ucap Daniel Johan.
Dengan adanya perayaan cap go meh,wisatawan luar pun berdatangan ingin menyaksikan perayaan spektakuler ini,sehingga UMKM pun sangat meningkat,bahkan hotel – hotel pun penuh oleh wisatawan luar.
Bahkan petinggi di Indonesia pun ingin menyaksikan betapa hebatnya kota Singkawang dengan menyelenggarakan Cap Go Meh yang mana masyarakat kota Singkawang bisa hidup berdampingan saling menghargai satu sama lain,sehingga Kota Singkawang di sebut Kota Toleransi Indonesia.” Ucapnya.Ary/PD

