Februari 19, 2026

HEBOH, diduga Lambang Sensitif dalam Acara Pengukuhan FKUB Singkawang Tuai Kontroversi

SINGKAWANG (11 Februari 2026) – Pelaksanaan acara pengukuhan kepengurusan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), PERPITA, dan FKPELA Kota Singkawang yang berlangsung di Aula Pemerintah Kota (Pemkot) Singkawang, Rabu (11/2), memicu perhatian publik.

Hal ini bermula dari beredarnya foto acara di media sosial yang menampilkan sebuah logo pada latar belakang (background) acara yang diduga menyerupai lambang Yahudi.

Tampilan visual tersebut memicu diskusi hangat di tengah masyarakat.Menanggapi situasi ini, pihak media telah melakukan konfirmasi kesejumlah pihak

Ketua FKUB terpilih, Bapak Azhari, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon menyatakan bahwa pihaknya tidak menyadari kehadiran lambang tersebut sejak awal. Menurutnya, posisi lambang yang berada di bagian bawah serta fokus pada jalannya prosesi membuat hal tersebut luput dari perhatian.

“Awalnya saya tidak terlalu memperhatikan. Keanehan tersebut baru saya ketahui menjelang akhir acara,” ujar Azhari. Beliau juga menegaskan bahwa urusan teknis persiapan, termasuk pembuatan desain latar belakang, merupakan ranah panitia pelaksana dari pihak Kesbangpol dan Kesra. “Kami hadir di sana dalam kapasitas sebagai undangan yang akan dikukuhkan,” pungkasnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Kantor kementerian agama Kota Singkawang, Bapak Mukhlis, sangat menyayangkan terjadinya insiden tersebut. Meski hadir sebagai tamu undangan, beliau menilai seharusnya pihak penyelenggara lebih cermat dalam melakukan peninjauan terhadap atribut acara.

“Terlepas apakah ini faktor kesengajaan atau murni kesalahan manusia (human error), saya sangat menyayangkan kejadian ini. Pihak pelaksana seharusnya jauh lebih teliti dalam mempersiapkan simbol-simbol visual di acara formal seperti ini,” jelas Mukhlis.

Lebih lanjut, Mukhlis mengimbau agar panitia pelaksana segera memberikan klarifikasi resmi kepada publik guna menghindari kesalahpahaman yang lebih luas. Ia juga meminta masyarakat Kota Singkawang untuk tidak terprovokasi oleh isu yang beredar.

“Saya berharap masyarakat tetap tenang dan tidak mudah dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang menginginkan perpecahan di kota kita tercinta. Mari kita serahkan proses klarifikasi ini kepada pihak yang seharusnya,” tutupnya.

Hingga berita ini diturunkan, awak media masih berupaya menghubungi pihak panitia pelaksana guna mendapatkan keterangan lebih lanjut terkait kronologi pembuatan desain latar belakang tersebut.

sumber : Mukhlis (KA Kemenag singkawang) Azhari (Ketua FKUB singkawang)

pewarta : DS

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *