SINGKAWANG – Festival Cap Go Meh Singkawang 2026 tercoreng oleh aksi brutal oknum peserta Tatung yang mempertontonkan tindakan sadisme di hadapan publik. Meski panitia pelaksana telah menerbitkan regulasi ketat, praktik penyembelihan, menggigit, hingga menghisap darah ayam secara hidup-hidup masih ditemukan pada hari puncak perayaan, mengundang kecaman luas dari berbagai pihak.
Tindakan primitif ini merupakan pelanggaran fatal terhadap Peraturan dan Tata Tertib Panitia Cap Go Meh 2026 yang secara eksplisit melarang segala bentuk kekerasan terhadap hewan, termasuk ayam dan anjing. Namun, fakta di lapangan menunjukkan adanya celah pengawasan yang membiarkan aksi tersebut berlangsung tanpa intervensi langsung.

Saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, salah satu pengurus panitia hanya memberikan respons normatif.”Panitia sudah membuat tata tertib untuk ditaati. Jika terbukti itu peserta, akan kami bahas,” ujarnya singkat.
Pernyataan “akan dibahas” tersebut menurut Redaksi terlalu diplomatis dan tidak mencerminkan urgensi penegakan aturan. Padahal, media telah memberikan peringatan dini dengan melaporkan temuan aksi serupa saat ritual Cuci Jalan satu hari sebelumnya. Pengulangan pelanggaran ini menjadi sinyal kuat adanya pembiaran dan lemahnya kendali panitia di area sterilisasi peserta.

*Ancaman Serius bagi Citra Kota dan Psikologi Pengunjung*
Jika terus dibiarkan, aksi sadisme ini akan membawa dampak destruktif bagi masa depan pariwisata Singkawang:
1.Degradasi Nilai Budaya: Ritual sakral yang seharusnya penuh makna spiritual bergeser menjadi tontonan mengerikan yang tidak edukatif.
2.Trauma Visual: Paparan kekerasan secara langsung di ruang publik berisiko menimbulkan trauma psikologis, terutama bagi pengunjung anak-anak dan wisatawan mancanegara.
*Mendesak Langkah Konkret Pemerintah Kota*
Pemerintah Kota Singkawang, khususnya Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga, tidak boleh lagi berlindung di balik kata “evaluasi”. Otoritas terkait dituntut untuk mengambil tindakan represif guna menyelamatkan reputasi Singkawang sebagai destinasi wisata internasional.
penulis : santana
penerbit : timred

