Singkawang // Kalbar ~ Jumat / 30 / Januari / 2026 ~ Masjidil Haram di Makkah adalah salah satu bangunan paling megah dan termahal di dunia. Dibangun dengan biaya sekitar 100 miliar dolar AS, masjid ini memiliki luas sekitar 1 juta meter persegi dan dapat menampung hingga 2 juta jamaah.
Masjidil Haram bukan hanya sebuah tempat ibadah, tetapi juga sebuah keajaiban arsitektur yang memadukan tradisi dan teknologi modern. Masjid ini memiliki fasilitas yang sangat lengkap, termasuk 1.800 petugas kebersihan, 40 mobil listrik khusus kebersihan sanitasi, dan 60 mesin sanitasi listrik untuk membersihkan pelataran terbuka.
*Fasilitas yang Mengagumkan*
Masjidil Haram memiliki berbagai fasilitas yang membuat kunjungan jamaah menjadi lebih nyaman dan aman.
Beberapa di antaranya adalah:
– 2.000 tempat sampah sanitasi tersebar di seluruh area masjid
– Lantai masjid yang ditutupi dengan 40.000 karpet, dengan total panjang melebihi jarak Jeddah-Makkah (79 km)
– 13.000 toilet yang dibersihkan empat kali setiap 6 jam
– 25.000 dispenser air yang merupakan salah satu sistem distribusi air terbesar di dunia
– 100 sampel air minum diuji setiap hari untuk memastikan kualitas air yang baik
*Layanan Tilawah Haramain*
Masjidil Haram juga memiliki layanan Tilawah Haramain yang sangat canggih, dengan siaran bacaan Al-Qur’an 24 jam nonstop dan menggunakan 10 metode qira’at yang diakui. Lebih dari 500.000 episode telah disiarkan ke 180 negara dalam waktu 3 tahun.
*Fasilitas untuk Penyandang Disabilitas*
Masjidil Haram juga memiliki fasilitas lengkap bagi penyandang disabilitas, termasuk 10.000 kursi roda manual yang tersedia gratis, 400 kursi roda elektronik, dan kursi roda otomatis dua roda dan tiga roda.
*Layanan Khusus Ramadan*
Selama bulan Ramadan, Masjidil Haram menyediakan layanan khusus, termasuk pembagian 4 juta paket makanan berbuka puasa setiap hari dan 5.000.000 butir kurma (tanpa biji) yang dibagikan setiap hari di area masjid.
Dalam berbagai hadits, disebutkan bahwa pahala umrah di bulan Ramadhan sama dengan haji. Bahkan Rasulullah SAW menyebutkan pahala umrah saat Ramadhan sangat istimewa lantaran memiliki keutamaan yang luar biasa.
Oleh karena itu, banyak umat muslim melaksanakan umroh di bulan Ramadhan untuk mendekatkan diri kepada Allah, memohon ampunan, dan meraih pahala serta keberkahannya.
Kumpulan Hadits Umrah di Bulan Ramadhan yang Shahih,Hadits-hadits berikut menjelaskan keutamaan umroh di bulan Ramadhan, baik dari segi pahala maupun hikmah di balik pelaksanaannya.
Keistimewaan umrah pada bulan ini ditekankan oleh Rasulullah SAW, yang menyebut bahwa pahala umrah saat Ramadhan begitu besar, bahkan dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa umrah di bulan Ramadhan sama dengan haji dalam hal ganjarannya.
Berikut ini hadits tentang umroh di bulan Ramadhan bahasa Arab, beserta transliterasi dan maknanya:
Hadits Pertama
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «عُمْرَةٌ فِي رَمَضَانَ تَعْدِلُ حَجَّةً»
‘An Ibni ‘Abbās raḍiyallāhu ‘anhumā qāla: Qāla Rasūlullāh ṣallallāhu ‘alayhi wa sallam: “Umratun fī Ramadhāna ta’dilu ḥajjah.
”Artinya:”Dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW bersabda: ‘Umrah di bulan Ramadhan setara dengan haji.'” (HR. Bukhari No. 1863 dan Muslim No. 1256).
Makna:
Hadits ini menunjukkan bahwa pahala umrah saat Ramadhan sangat besar hingga disamakan dengan pahala haji. Namun, hal ini tidak berarti bahwa umrah di bulan Ramadhan menggantikan kewajiban haji bagi yang mampu.
Hadits Kedua
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِامْرَأَةٍ: «إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فَاعْتَمِرِي فَإِنَّ عُمْرَةً فِيهِ تَعْدِلُ حَجَّةً»
‘An ‘Ā’ishah raḍiyallāhu ‘anhā anna an-Nabiyya ṣallallāhu ‘alayhi wa sallam qāla limra’atin:
“Idhā jā’a Ramadhānu fa’tamirī fa inna ‘umratan fīhi ta’dilu ḥajjah.
”Artinya:”Dari Aisyah RA, Nabi SAW berkata kepada seorang wanita: ‘Jika Ramadhan tiba, berumrahlah, karena umrah di bulan itu setara dengan haji.'” (HR. Bukhari No. 1782).
Makna:Rasulullah SAW secara khusus menganjurkan umatnya untuk melaksanakan umrah di bulan Ramadhan. Keutamaannya dijelaskan dalam hadits ini, di mana umrah di bulan Ramadhan sama dengan haji dalam hal pahala.
Hadits Ketiga
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا، وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةُ»
‘An Abī Hurairah raḍiyallāhu ‘anhu qāla: Qāla Rasūlullāh ṣallallāhu ‘alayhi wa sallam:
“Al-‘umratu ilā al-‘umrati kaffāratun limā baynahumā, wa al-ḥajju al-mabrūru laysa lahū jazā’un illā al-jannah.
”Artinya:”Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda: ‘Umrah ke umrah berikutnya menghapus dosa di antara keduanya, dan haji mabrur tidak ada balasannya kecuali surga.'” (HR. Bukhari No. 1773).
Makna:Hadits ini menunjukkan bahwa umroh Ramadhan dapat menjadi sarana penghapus dosa yang dilakukan di antara dua umrah.
Hal ini menegaskan bahwa umrah tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga memberikan kesempatan bagi seorang Muslim untuk menyucikan diri dari dosa-dosanya.
Hadits Keempat
عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «تَابِعُوا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ فَإِنَّهُمَا يَنْفِيَانِ الْفَقْرَ وَالذُّنُوبَ كَمَا يَنْفِي الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ»
‘An Ibni Shihāb, anna an-Nabiyya ṣallallāhu ‘alayhi wa sallam qāla: “Tābi’ū bayna al-ḥajji wa al-‘umrati fa innahumā yanfiyāni al-faqra wa adh-dhunūba kamā yanfī al-kīru khabatha al-ḥadīd.
”Artinya:”Dari Ibnu Syihab, Nabi SAW bersabda: ‘Iringilah haji dengan umrah, karena keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa sebagaimana api menghilangkan karat besi.'” (HR. Tirmidzi No. 810).
Makna:Hadits ini menjelaskan bahwa umrah di bulan Ramadhan bukan hanya sebagai ibadah yang penuh pahala, tetapi juga bisa menjadi wasilah untuk mendapatkan keberkahan rezeki dan membersihkan diri dari dosa.
Hadits Kelima
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «الْعُمْرَةُ فِي رَمَضَانَ تَقْضِي حَجَّةً مَعِي»
‘An Jābir bin ‘Abdillāh raḍiyallāhu ‘anhu qāla: Qāla Rasūlullāh ṣallallāhu ‘alayhi wa sallam: “Al-‘umratu fī Ramadhāna taqḍī ḥajjatan ma’ī.
”Artinya:”Dari Jabir bin Abdullah RA, Rasulullah SAW bersabda: ‘Umrah di bulan Ramadhan menyamai haji bersamaku.'” (HR. Abu Dawud No. 1988).
Makna:
Hadits ini semakin menegaskan keistimewaan umroh Ramadhan, yang disebut memiliki nilai setara dengan haji bersama Nabi SAW.
Namun, sebagaimana hadits-hadits lainnya, hal ini tidak menggugurkan kewajiban haji bagi yang mampu.Dari kumpulan hadits di atas, dapat disimpulkan bahwa pahala umrah saat Ramadhan sangat besar dan menjadi salah satu amalan yang dianjurkan bagi umat Islam yang mampu melaksanakannya.
Keutamaan umrah ini menjadi motivasi bagi banyak Muslim untuk beribadah di Tanah Suci saat bulan suci Ramadhan.Dengan segala fasilitas dan kemegahannya, Masjidil Haram menjadi salah satu destinasi utama bagi umat Muslim dari seluruh dunia. Masjid ini bukan hanya sebuah tempat ibadah, tetapi juga sebuah simbol keagungan dan kebesaran Allah SWT.Jurnalis ~ L 4 Y

