Februari 19, 2026

Polemik MBG di bulan Ramadhan, antara kebijakan dan nilai-nilai Ibadah

Singkawang (22 Januari 2026) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG), akan tetap dilaksanakan selama bulan suci Ramadhan 2026. Meski bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak sekolah, kebijakan ini menuai gelombang protes dari sejumlah orang tua murid di Kota Singkawang,terutama yang Muslim.

Orang tua murid mengaku keberatan Meskipun nanti Teknis pelaksanaannya, bagi siswa yang menjalankan ibadah puasa, paket makanan dapat dibawa pulang saat jam sekolah usai. Sementara bagi siswa yang tidak berpuasa, makanan tetap diberikan di sekolah.Martini, seorang orang tua siswa di salah satu SMP Negeri di Kecamatan Singkawang Utara, menyatakan keberatannya karena dianggap dapat mengganggu proses pendidikan agama yang ia tanamkan di rumah.”Saya protes. Kami sebagai orang tua susah payah mendidik anak tentang kewajiban berpuasa sejak dini. Jika di sekolah tetap dibagikan makanan, ini seolah-olah memfasilitasi anak untuk membatalkan puasa,” tegas Martini saat diwawancarai awak media.

Senada dengan Martini, Dino, wali murid di Kecamatan Singkawang Tengah, juga menyayangkan kebijakan tersebut. Ia menilai pemberian makanan di sekolah saat siang hari pada bulan Ramadhan kurang tepat secara psikologis bagi anak-anak yang sedang belajar berpuasa.

“Alangkah baiknya khusus bulan puasa tahun 2026 ini, MBG diubah menjadi uang tunai yang diberikan sesuai jadwal atau dikalkulasikan setiap minggu. Uang tersebut bisa digunakan orang tua untuk membeli kebutuhan berbuka puasa anak yang lebih bermanfaat,” saran Dino.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat berharap pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dapat mempertimbangkan aspirasi tersebut agar program penguatan gizi tetap berjalan selaras dengan penghormatan terhadap nilai-nilai ibadah di bulan Ramadhan.

Pewarta : Joko

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *