SINGKAWANG KALBAR, Wartanusantara – Tempat Perjudian berkedok Adu Ketangkasan yang ada di kota singkawang saat ini sangat mudah dijumpai keberadaannya.Salah satunya yang berada di Jl.Tani Singkawang Barat.
Siapakah Pemilik/Owner dari tempat tersebut…?
Tidak hanya satu, namun tempat Perjudian berkedok adu ketangkasan ini ada beberapa cabang lain di berbagai tempat seperti di jalan Tani, Kopisan, Saliung, di Kaliasin Dalam, dan Dekat lapangan sepak bola Kridasana di kota singkawang yang dimiliki oleh seorang pelaku usaha tersebut.
Dari informasi yang didapatkan oleh tim, pelaku usaha tersebut bisa memiliki/menjalankan lebih dari 5 (lima) tempat sekaligus, salah satunya yang berada di jl Tani kota singkawang.
Perjudian mesin tembak ikan telah menimbulkan berbagai dampak negatif, mulai dari konflik rumah tangga hingga perceraian karena uang kebutuhan pokok habis untuk berjudi. Anak-anak muda pun ikut terdampak karena menggunakan uang jajan untuk bermain judi.
Selain dapat merugikan ekonomi keluarga, permainan ini juga dapat merusak mental generasi muda yang berharap bisa menang secara instan.
Beberapa waktu lalu jajaran Satreskrim Polres Singkawang sempat menggerebek lokasi permainan tembak ikan di Jalan Kridasana, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat, Jumat (22/8/2025) dini hari. Polisi mengamankan lima unit mesin, tiga operator, dan tujuh pemain.
Namun dari upaya yang di lakukan oleh pihak kepolisian nampaknya tidak membuat para pelaku usaha takut terjerat hukum dalam kasus perjudian itu. Pelaku usaha itu terus menggeluti usaha yang termasuk dalam ranah perjudian tersebut.
Saat ini beberapa pihak sudah ada yang merasa risih dengan adanya tempat-tempat seperti ini beroperasi di kota singkawang.Namun hingga saat ini masih belum ada ketegasan yang di dapat kan dari instansi terkait soal larangan atau penutupan tempat-tempat perjudian berkedok permainan ketangkasan tersebut.
Banyak masyarakat yang berharap akan adanya tindakan tegas dari instansi terkait dalam mengatasi salah satu penyakit masyarakat yang menjamur di kota Singkawang saat ini.
Penulis: Zaldi Aswan

