Sambas, Kalbar – Proyek pengerjaan box culvert di Desa Berlimang, Kecamatan Teluk Keramat, Kabupaten Sambas, menjadi pertanyaan besar di masyarakat, karena di duga tekhnis pekerjaan yang asal jadi dan tidak berkualitas, dan juga tidak jelas asal usul proyek tersebut, Rabu 25 Februari 2026.
Mendapat informasi tersebut, awak media pun melakukan peninjauan ke lokasi untuk menelusuri sumber pekerjaan tersebut, dan di temukan box culvert yang sudah jebol, dan juga tidak ada di temukan papan informasi kegiatan proyek.
“Jembatan itu belum sampai 1 bulan sudah jebol, dan kami disini pun dari awal pengerjaan sampai selesai tidak ada melihat papan proyek dan yang bekerja pun kami tidak kenal, bukan orang tempatan, padahal sudah seminggu lebih di tutup proses pengeringan sebelum di lewati,kemudian setelah 2 hari dibuka lalu jebol begitu,” kata salah satu warga yang enggan disebut namanya.
Merasa tidak puas dengan keterangan warga setempat, lalu tim media mendatangi kepala dusun setempat dan menanyakan sumber dana proyek tersebut, tapi mendapat jawaban yang sama, “saya pun tidak tau tentang proyek tersebut karena kami dari pihak pemerintah desa pun tidak tau dan juga tidak ada pemberitahuan sebelumnya kepada pemerintah desa, dan saya juga menanyakan ke kepala desa berlimang langsung katanya tidak tau tentang proyek tersebut karena tidak ada pemberitahuan, dan kami dari perangkat desa tidak ada yang tau tentang proyek tersebut, kami pun heran karena waktu rapat musrenbang tidak ada membahas usulan di lokasi tersebut, lalu tiba-tiba langsung ada proyek, kami pun merasa heran” ujar kepala dusun setempat.
Dari hasil investigasi sudah jelas, bahwa fakta di lapangan menimbulkan dugaan bahwa pelaksana proyek tersebut tidak sepenuhnya mematuhi aturan.Tidak adanya papan informasi proyek termasuk pelanggaran, di antaranyaPeraturan LKPP tentang kewajiban pemasangan papan proyek, surat edaran kementerian PUPR mengenai transparansi proyek konstruksi, dan juga keterbukaan informasi publik. Warga menilai lemahnya pengawasan turut memperburuk keadaan.
Masyarakat berharap kepada pemerintah dan konsultan bisa turun langsung ke lapangan, Jangan sampai proyek dikerjakan tanpa kontrol, sementara masyarakat tidak diberi informasi apa pun tentang proyek tersebut karena sejak awal pekerjaan tidak adanya papan plang proyek, dikhawatirkan bisa membuka ruang bagi praktik penyimpangan dan pengelolaan keuangan negara, hal ini juga menimbulkan pertanyaan besar tentang transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan proyek tersebut.
Pewarta_ Julian _

