Dunia seni Kota Singkawang diselimuti awan duka. Innalillahi wa inna ilaihi rajiun, telah berpulang ke Rahmatullah salah satu putra terbaik di belantika musik lokal, Ewin bin Maryadi, atau yang lebih akrab disapa Pak Lem.
Almarhum mengembuskan napas terakhir dalam usia 43 tahun di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Abdul Aziz, Singkawang, pada Selasa (17/2/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Beliau wafat setelah berjuang melawan penyakit yang cukup lama dideritanya.Sosok Pak Lem dikenal luas sebagai seorang pembetot bas (bassist) yang kerap mewarnai berbagai panggung musik di Singkawang.
Perjalanan kariernya dimulai saat memperkuat grup musik lokal Chuday Band bersama Sandi Chuday. Hingga akhir hayatnya, almarhum tetap mendedikasikan diri di dunia hiburan sebagai penata suara (freelance soundman) untuk berbagai perhelatan musik.
Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi para sahabat. Kiki, salah satu teman dekatnya, mengenang almarhum sebagai sosok yang sangat tegar.
“Almarhum memang dikenal sebagai pribadi yang jarang mengeluh. Bahkan mengenai penyakit yang dideritanya pun, beliau tidak pernah bercerita kepada kami,” ungkap Kiki.
Senada dengan itu, Andre yang akrab disapa Akang, juga merasa kehilangan sosok rekan kerja yang berintegritas.
“Kami merasa sangat kehilangan. Beliau adalah teman yang sangat profesional dalam bekerja dan memiliki kepribadian yang luar biasa karena tidak pernah mengeluh dalam kondisi apa pun,” tuturnya.
Selamat jalan, Pak Lem. Karya dan dedikasimu akan selalu bergema di hati para insan seni Kota Singkawang.
sumber : Kiki
penulis : Santana

