Singkawang Kalbar//Wali Kota Singkawang menerima kedatangan puluhan perwakilan warga dari Gang Harmonis, Kelurahan Roban, Jalan KS Tubun, Singkawang Tengah, Kota Singkawang, di Ruang Rapat Wali Kota pada Jumat 6 Februari 2026.
Dalam pertemuan ini, warga mengeluhkan aduan terkait masalah sengketa tanah yang diduga diambil alih oleh pihak yang sengaja mengklaim tanah tanpa sepengetahuan warga setempat.

Perwakilan warga, Suvon mengaku mereka sudah tinggal di sekitaran kawasan jalan tersebut sejak puluhan tahun.
Sebelumnya mereka adalah pengungsi yang menetap di kawasan tersebut dan ditempatkan oleh pemerintah sejak pada tahun 1967an.

“Bahkan mereka (yang mengklaim tanah) pernah ancam kami, sedangkan kami sudah membayar pajak sejak tahun 1994 dan pihak yang mengklaim tanah mengeluarkan sertifikat pada tahun 2005,” katanya kepada Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie.
Mereka mengaku heran, sebab sudab membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sejak tahun 90an.


Sedangkan pihak yang diduga mengklaim tanah tersebut, mengeluarkan sertifikat tanah pada tahun 2005.
“Itu yang kami tanyakan kenapa surat sertifikat itu bisa dikeluarkan sedangkan kami sudah puluhan tahun tinggal disitu,” ucapnya.
Ia pun mengatakan warga yang tinggal di kawasan ini telah rutin membayar PBB. Sekitar 60 KK rutin membayar PBB setiap tahunnya dan ikut yang terdampak dengan persoalan ini. Selain itu, upaya hukum juga telah ditempuh.
Namun sayangnya, warga kalah dalam keputusan pengadilan.
“Kami semua punya PBB, kami kalah di pengadilan mediasi sudah dilakukan dan kami hanya diberi waktu 8 hari untuk meninggalkan rumah kami,” ucapnya.
Sontak suasana di ruang rapat pun berubah semakin haru, disaat warga mengatakan kondisi mereka yang hendak Imlek namun sayangnya malah diusir oleh pihak yang sengaja diduga mengklaim tanah tersebut.
“Kami ini mau imlek, tapi malah diusir,” keluhnya.
Menanggapi hal ini, Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, mengatakan terkait masalah ini pemerintah harus ikut serta.
“Karena mereka (pengungsi) ditempatkan oleh pemerintah bukan datang sendiri”.(Ary)

